Selamat Datang di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado

Kami Menawarkan Anda untuk berinvestasi di Kota Manado

- Disini anda dapat melihat Potensi dan Peluang Investasi -




Free HTML5 Bootstrap Template

Tentang Kota Manado

Kota Manado adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan. Kota ini memiliki 408.354 penduduk pada Sensus 2010, menjadikannya kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar. Jumlah penduduk di Manado diperkirakan (berdasarkan Januari 2014) adalah 430.790.


Kota Manado sebagai daerah otonom sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD 2005 – 2025) memiliki visi yaitu Manado Pariwisata Dunia. Dengan bertitik tolak dari visi RPJPD dan gambaran profil dan isu-isu strategis saat ini di Kota Manado, serta memperhitungkan pula kondisi masa datang, maka visi Kota Manado untuk periode kepemimpinan 2016 – 2021 adalah “Manado Kota Cerdas 2021 (The Smart City of Manado 2021)“. visi pembangunan daerah Kota Manado ini diharapkan akan mewujudkan harapan dan amanat masyarakat Kota Manado dimana pembangunan daerah diarahkan pada suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Untuk mewujudkan visi tersebut telah ditetapkan Misi Kota Manado. 6 Misi Kota Manado dengan kata-kata kunci sebagai singkatan CERDAS yaitu : C (Cendekia), E (Ekowisata), R (Religius), D ( Daya Saing), A (Aman nyaman), S (Sehat Sejahtera), secara rinci : Misi 1 Membangun Manado Kota Cendekia, misi 2 Membangun Manado sebagai destinasi Ekowisata, misi 3 Membangun masyarakat kota yang semakin Religius, misi 4 Membangun kota yang memiliki Daya saing, Misi 5 Mewujudkan Manado yang Aman dan nyaman, misi 6 Mewujudkan Manado kota yang Sehat dan sejahtera.

Sebagai kota yang sedang berkembang dengan dinamika pembangunan yang dinamis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan Kota Manado diarahkan untuk memantapkan fungsi dan perannya sebagai service city dengan prime mover wisatanya yang ditunjang oleh keberadaannya sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan dan pusat pelayanan. Sebagai ibukota provinsi, Manado diharapkan dapat menjadi penggerak yang menopang pengembangan aktivitas social ekonomi masyarakat Sulawesi Utara, dimana arahan kebijaksanaan pengembangan kota kedepan tertuju pada kemampuan daerah dalam memberikan respon untuk memanfaatkan kesempatan ekonomi yang terbuka karena adanya keunggulan komparatif daerah berupa posisi geografis kota yang strategis. Disamping itu, kebijakan juga diarahkan pada penguatan kompetitif kota dengan memperhitungkan tantangan perkembangan daerah hinterland untuk memanfaatkan interaksi timbal balik dalam rangka pengembangan wilayah secara berkelanjutan dan menyeluruh.

Keunggulan komparatif daerah yang bersumber pada nilai strategis berkenan dengan posisi geografis kota ditunjukkan dengan:

  1. Posisi geografis Kota Manado di Kawasan Asia Pasifik
  2. Posisi silang dalam peta lalu lintas internasional yang penting di Indonesia
  3. Posisi Strategis di bidang pertahanan dan keamanan Negara
  4. Posisi di bidang penerbangan internasional
  5. Posisi di bidang pengembangan pariwisata nasional

Mengingat posisi Manado sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus juga semakin signifikan perannya dalam skala nasional, khususnya dibidang pariwisata. Pembiayaan pembangunan daerah juga diharapkan akan didukung oleh investasi dunia usaha serta masyarakat itu sendiri. Inilah yang mendasari perlu adanya informasi tentang keberadaan Kota Manado yang dapat menginformasikan potensi yang dimiliki oleh daerah yang pada hakekatnya memberi peluang untuk berinvestasi demi kemajuan daerah, itulah sebabnya pada kesempatan ini disusun buku Potensi dan Peluang Investasi Kota Manado

Gambaran Umum Kota Manado Sebagai Kota Layak Investasi

Letak Wilayah dan Kondisi Geografis
Kota Manado terletak di ujung Utara Pulau Sulawesi dan merupakan kota terbesar di Sulawesi Utara sekaligus sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak di antara 10 30' - 10 40' Lintang Utara (LU) dan 1240 40' 00" - 1260 50' Bujur Timur (BT).Secara administratif, batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

  • Sebelah Utara dengan Kecamatan Wori (Kabupaten Minahasa Utara) dan Teluk Manado
  • Sebelah Timur dengan Kecamatan Dimembe (Kabupaten Minahasa Utara) dan Kecamatan Tombulu (Kabupaten Minahasa)
  • Sebelah Selatan dengan Kecamatan Pineleng (Kabupaten Minahasa)
  • Sebelah Barat dengan Teluk Manado (Laut Sulawesi)
  • Free HTML5 Bootstrap Template

    Wilayah Kota Manado terdiri dari wilayah daratan dan wilayah kepulauan dengan luas keseluruhan 157,26 Km2. Wilayah kepulauan meliputi Pulau Bunaken seluas 811,21 Ha, Pulau Manado Tua seluas 1.056,02 Ha, dan Pulau Siladen seluas 27,95 Ha. berdasarkan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 2 Tahun 2012 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kelurahan dan Kecamatan, Kota Manado dimekarkan dari 9 kecamatan menjadi 11 kecamatan dengan 87 kelurahan. Dua kecamatan hasil pemekaran yaitu Kecamatan Bunaken Kepulauan dan Kecamatan Paal Dua. Hal ini dilakukan dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

    KecamatanLuas%Jumlah Kelurahan
    Malalayang17.210.99
    Sario1.751.17
    Wanea7.855.09
    Wenang3.642.312
    Tikala7.104.55
    Mapanget49.7531.610
    Singkil4.683.09
    Tuminting4.312.710
    Bunaken36.1923.05
    Bunaken Kepulauan16.8510.74
    Paal Dua8.025.17


















    Kecamatan Mapanget memiliki wilayah paling luas yaitu 49,75 Km2, sedangkan wilayah kecamatan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Sario yaitu 1,75 Km2. Dengan adanya pemekaran wilayah kecamatan, maka luas wilayah serta jumlah kelurahan pada masing-masing wilayah kecamatan mengalami perubahan sebagaimana pada tabel diatas.


    Topografi
    Secara morfologis, Kota Manado memiliki karakteristik alam yang unik dan berbeda dari kebanyakan kota di Indonesia. Kota Manado memiliki bentang alam dengan unsur trimatra yaitu pantai, daratan dan perbukitan, yang terbentang dengan jarak yang relatif kecil (< 1 km) diantara ketiga matra tersebut.

    Kondisi topografi dan geomorfologinya merupakan bagian dari gugusan pegunungan, perbukitan, lembah dan sungai yang berada di daratan Minahasa. Bagian Utara morfologi berbukit sampai bergunung dengan puncak tertinggi. Gunung Tumpa yaitu 610 m. Di bagian Timur umumnya bergelombang dengan morfologi landai sampai curam. Mendekati bagian tengah kota, morfologi semakin landai dan rata. Pada bagian Selatan, punggung-punggung bukit semakin melebar dan menjalar lebih panjang. Topografi Kota Manado dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

    Keadaan TanahKemiringanLuas (ha)Luas (%)
    1. Dataran Landai0-8%6.315,3140.16
    2. Berombak8-15%5.967,6937.95
    3. Berbukit15-40%1.554/td>9.88
    4. Bergunung>40%1.88912.01
    Jumlah15.726,00100








    Topografi Kota Manado bervariasi antara 0 % hingga lebih dari 40 % dimana untuk dataran yang landai dengan kemiringan 0-8 % dan 0-240 m dpl adalah area yang paling luas dibandingkan dengan keadaan tanah yang lain, sebagaimana Tabel di bawah ini.


    Kondisi topografi dan morfologi seperti ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan kota memanjang mulai dari kawasan pesisir pantai utara sampai pesisir pantai selatan yang kemudian membentuk pola pertumbuhan kota seperti daun pepaya. Permukiman tumbuh tidak merata pada seluruh bagian kota, tapi mengelompok secara memanjang pada kawasan yang memiliki topografi datar yang menyusup diantara kawasan perbukitan berlereng cukup tinggi. Limitasi fisik ini menyebabkan Pemerintah Kota Manado menempuh kebijakan pengembangan kota dengan cara reklamasi pantai untuk mendukung perkembangan kota. Reklamasi pantai dimulai tahun 1995 yang menjadikan wilayah daratan bertambah kurang lebih 67 Ha dari luas yang ada yaitu 15.696 Ha.


    Geologi
    Kota Manado mempunyai 3 wilayah pulau yang berpenghuni, yaitu Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken dan Pulau Siladen. Garis pantai Kota Manado sepanjang 57,09 km. Terdiri dari garis pantai di wilayah daratan 25 km dan garis pantai di wilayah kepulauan yaitu Pulau Bunaken, Manado Tua, dan Siladen sepanjang 32,09 km.

    Pulau Manado Tua memiliki luas wilayah terbesar yaitu 1.056,02 ha dengan panjang garis pantai 12,280 km. Pulau Bunaken memiliki luas 811,21 ha dengan garis pantai terpanjang yaitu 17,570 km. Pulau Siladen dengan luas wilayah terkecil 27,95 ha memiliki garis pantai 2,240 km. Wilayah Perairan Teluk Manado memiliki bathimetri yang bervariasi dari landai sampai drop-off, dengan kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 1.000 m pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua. Di Kawasan Taman Nasional Laut Bunaken, drop-off ini mencapai ratusan meter dan merupakan komunitas terumbu karang dengan ekosistem underwater yang spesial dan eksotis.

    Hidrologi
    Kota Manado dilintasi oleh 5 (lima) sungai besar yaitu: Sungai Tondano, Sungai Tikala, Sungai Bailang, Sungai Sario, Sungai Malalayang

    Sungai Tondano berhulu di Danau Tondano (wilayah Kabupaten Minahasa) dan bergabung dengan Sungai Tikala (bagian tengah Kota Manado) sebelum bermuara di Teluk Manado. Keberadaan Sungai Tondano dimanfaatkan dan dikelola oleh PT. Air Manado sebagai salah satu sumber air bersih masyarakat Kota Manado.

    Demografi
    Kota Manado adalah kota yang sedang tumbuh dan berkembang. Selain sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado adalah daerah urban terbesar di Kawasan Timur Indonesia belahan utara. Berdasarkan data jumlah penduduk Kota Manado, pada tahun 1961 berjumlah 129.248 jiwa, pada tahun 2010 jumlah penduduk sebesar 410.481 jiwa dan Jumlah penduduk tahun 2015 berdasarkan data BPS mengalami peningkatan menjadi sebesar 425.634 jiwa. Besarnya jumlah penduduk di Kota Manado menyebabkan kepadatan penduduk menjadi cukup tinggi. Dengan luaswilayah 157,26 Km2, kepadatan penduduknya mencapai 2.691 jiwa/km2 jiwa, dimana jauh lebih besar dari Kota Palu dengan jumlah penduduk 367.342 jiwa namun kepadatan penduduk hanya 930 Jiwa/km2.

    Pada tahun 2015 tingkat pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 0.56%. Di tahun 2015 jumlah penduduk yang paling banyak terdapat di Kecamatan Malalayang (57.215 jiwa) dan penduduk yang paling sedikit ada di Kecamatan Bunaken Kepulauan (6161 jiwa). Sejalan dengan jumlah penduduk, jumlah rumah tangga yang paling banyak juga terdapat di Kecamatan Malalayang (14.563 rumah tangga) dan rumah tangga yang paling sedikit ada di Kecamatan Bunaken Kepulaun (1.779 rumah tangga). Namun, rasio penduduk per Rumah Tangga justru paling tinggi ada di Kecamatan Sario sebesar 4.55.

    Kondisi Perekonomian
    a. Pertumbukan PDRB
    Baik buruknya perekonomian suatu kota atau daerah secara umum dapat dilihat dari lima lima indikator utama yaitu; 1) Pertumbuhan ekonomi, 2) PDRB per kapita, 3) Tingkat inflasi, 4) Angka kemiskinan, dan 5) Tingkat pengangguran daerah. PDRB sebagai ukuran produktivitas mencerminkan seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam satu tahun. Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara memiliki peranan utama dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara dalam hal pembentukan perekonomian Sulawesi Utara. PDRB per kapita yang mencerminkan tingkat produktivitas tiap penduduk menunjukkan bahwa penduduk Manado lebih produktif dibandingkan penduduk kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara. Pada tahun 2014 PDRB ADHB per kapita Kota Manado mencapai 53 juta rupiah per tahun. Produk Domestik Bruto (PDRB) Kota Manado sejak tahun 2014, oleh Badan Pusat Statistik, telah menggunakan tahun dasar 2010 sebagai dasar perhitungan PDRB atas dasar harga konstan, menggantikan tahun dasar sebelumnya yaitu tahun 2000. Gambar berikut ini menunjukan bahwa PDRB ADHB senantiasa meningkat secara konstan rata-rata 12% dari tahun 2011 sampai dengan 2015 dimana PDRB ADHK juga meningkat di angka 7%, adanya perbedaan PDRB ADHB dan PDRB ADHK seiring dengan angka inflasi yang juga terus meningkat dari semula hanya 6,04% di tahun 2012 menjadi 9,67% di akhir tahun 2014, lalu kemudian membaik di angka 5,56% di akhir tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi Kota Manado meningkat secara konstan selang tahun 2011 sampai tahun 2013, dimulai dari 8,7% sampai 7,22% namun mengalami perlambatan di angka 6.48% (angka ini masih berada di atas Provinsi dan Nasional) di akhir tahun 2014, keadaan ini sebagian besar karena pangaruh bencana alam banjir bandang yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2014 yang menghancurkan berbagai fasilitas umum maupun privat, sehingga mengakibatkan kegiatan perekonomian terhambat selama beberapa bulan di awal tahun, hal ini terlihat pada tabel berikut ini. Namun perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 tidak berbanding lurus dengan PDRB yang terus meningkat, demikian juga nilai PDRB/kapita. Hal ini menunjukan bahwa walaupun kondisi perkonomian Kota Manado di tahun 2014 mengalami perlambatan karena adanya bencana banjir bandang terbesar di dalam beberapa dekade terakhir, indikator makro ekonomi lainnya menunjukkan tren positif yang juga menunjukan kemampuan Kota untuk menggunakan keadaan yang tidak menguntungkan menjadi kekuatan (resilient).

    b. PDRB Per Kapita
    PDRB per Kapita Kota Manado menembus angka 34,3 juta pada tahun 2010, bahkan setelah itu peningkatan secara signifikan terjadi pada tahun 2014, dimana mengalami pertambahan sebesar 5,6 juta sehingga mencapai angka 53 juta. Dari tabel berikut dapat dilihat bahwa sejak tahun 2010 hingga 2014, gejolak perekonomian Kota Manado menunjukan hal yang cukup menggembirakan yang ditandai dengan pendapatan per kápita yang secara konstan terus mengalami peningkatan.

    Free HTML5 Bootstrap Template

    c. Struktur Perekonomian
    Potensi ekonomi suatu daerah berkaitan erat dengan potensi sumber daya, baik manusia maupun alam di daerah itu. Komposisi PDRB sangat baik digunakan dalam menggambarkan struktur ekonomi suatu daerah yang secara umum dibagi dalam tiga sektor, masing-masing sektor lapangan usaha primer, sekunder, dan tersier. Sektor tersier merupakan sektor yang paling dominan, menyumbangkan 83% dari total PDRB kota di tahun 2014 diikuti sektor sekunder dengan 15% dan sektor primer dengan hanya 2%. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan keadaan di tahun 2015. Di sisi lain, lapangan usaha sekunder mengalami penurunan kontribusi khususnya selama periode 2010-2014. Data-data ini menggambarkan betapa Kota Manado sangat bergantung pada bidang jasa dalam menggerakkan roda perekonomian kota dan menguatkan tipikal kota Manado sebagai kota pusat perdagangan dan jasa serta semakin menguatkan identitas Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi.

    Free HTML5 Bootstrap Template

    Lebih detail lagi struktur perekonomian sebuah kota dapat dilihat melalui lapangan usaha dimana kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB tahun 2015 disumbangkan Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dari tahun 2010 peranannya terus mengalami fluktuasi, meskipun kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masih menjadi kategori dengan peranan terbesar. Keadaan tersebut berbeda dengan kategori Transportasi dan Pergudangan yang terus mengalami peningkatan. Sedangkan kategori Industri Pengolahan, Konstruksi serta Informasi dan Komunikasi justru mengalami penurunan dari tahun 2010 hingga 2015.

    Di tahun 2015 struktur ekonomi didominasi oleh lima lapangan usaha yaitu: Perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18%; Transportasi dan pergudangan sebesar 18%; Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 11%; Konstruksi 10%; Komunikasi dan informasi 10%. Walaupun Perdagangan menjadi kontributor terbesar dengan 18% tapi malah mengalami trend menurun dibanding tahun-tahun lainnya. Lain halnya dengan sector transportasi yang justru dari hanya sebesar 13.37% saja di tahun 2010 naik tajam menjadi 19% di tahun 2015, hal mengidentifikasikan adanya mobilitas kendaraan bermotor yang tinggi di Kota. Menariknya sektor komunikasi justru terus menurun sedikit demi sedikit selama lima tahun terakhir yang berbanding terbalik dengan banyaknya pengguna perangkat telepon selular di Kota Manado. Di sisi lain, seiring Kota Manado kehilangan lahan pertanian sumbangan bidang usaha pertanian hanya sebesar 2% saja, bahkan bidang usaha pertambangan hampir tidak menyumbangkan peranan apapun untuk tahun 2014.

    d. Indeks Pembangunan Manusia
    IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar: Umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life) Pengetahuan (knowledge) Standar hidup layak (decent standard of living). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara. Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Pada tahun 2010, United Nations Development Programme (UNDP) memperkenalkan penghitungan IPM dengan metode baru dan di tahun 2011 dan 2014 dilakukan penyempurnaan metodologi (IPM Metode Baru). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu ukuran keberhasilan pencapaian pembangunan dalam konteks kesejahteraan sosial. Selama periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2015, IPM Kota Manado menunjukkan peningkatan, yakni dari 74,47 pada tahun 2010 meningkat menjadi 75,47 pada tahun 2011, 76,15 pada tahun 2012, dan 76,56 pada tahun 2013. Selanjutnya pada tahun 2015 IPM Kota Manado mencapai angka 77,32 yang merupakan tertinggi di Sulawesi Utara mengungguli Kota Tomohon di posisi ke dua dengan skor 74,36 dan di atas rata-rata Provinsi di skor 70,39, bahkan di atas rata-rata Nasional yang berada di skor 69,55. Ini menunjukkan bahwa pencapaian hasil pembangunan yang dilaksanakan di Kota Manado telah berhasil menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan.

    e. Laju Inflasi
    Untuk perkembangan laju inflasi di Kota Manado sejak tahun 2010 sampai 2014 berfluktuasi menurut jenis kelompoknya. Pada tahun 2010 laju inflasi yang terjadi berdasarkan perubahan IHK secara umum tercatat sebesar 6.28%. Angka ini lebih rendah dari tahun 2014 sebesar 9.62%. Laju inflasi di tahun 2014 juga tercatat sebagai salah satu yang tertinggi selama 10 tahun terakhir, di posisi teratas ada pada tahun 2005 dimana tingkat inflasi berada di kisaran 20%. Namun, di tahun 2015 inflasi Kota Manado menurun tajam ke angka 5.56% yang merupakan indikasi perbaikan iklim perkonomian masyarakat kota.

    Free HTML5 Bootstrap Template


    PELUANG INVESTASI

    Pemerintah Kota Manado terus berupaya meningkatkan iklim usaha yang kondusif serta memberi ruang bagi swasta dan masyarakat untuk ikut berperan dalam pembangunan Kota Manado. Berbagai infrastruktur, regulasi, iklim bisnis dan kinerja pemerintah terus ditingkatkan dalam rangka memacu peningkatan investasi di Kota Manado, disamping itu seluruh wilayah sudah dapat diakses melalui berbagai sarana dan prasarana transportasi dan telekomunikasi dengan infrastruktur yang memadai, adanya akses diseluruh wilayah tersebut memberi peluang untuk pengembangan potensi wilayah yang dimiliki.




    PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA

    Pengembangan pariwisata terpadu Taman Laut Bunaken

    Free HTML5 Bootstrap Template

    Taman Nasional Laut Bunaken yang merupakan kawasan konservasi perairan dengan luas +89.065 ha yang terdiri dari 2 bagian yang terpisah yaitu : bagian utara meliputi ; Pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage, dan Pulau Nain serta bagian selatan yang meliputi wilayah pesisir. Kawasan wisata ini memiliki Biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia dengan 20 titik penyelaman. Juga memiliki keanekaragaman hayati pesisir dan laut yang sangat tinggi dan terdapat 3 ekosistem utama perairan tropis yaitu ; terumbu karang, hutan bakau, dan padang lamun. Habitat pantai pasir putihnya kaya dengan berbagai jenis kepiting, umang, mollusca dan ikan-ikan muda; sebagai tempat bertelur dan berkembang, juga merupakan habitat bagi jenis duyung, penyu laut dan burung laut.

    Potensi daratannya juga kaya dengan berbagai jenis flora Kelapa, Palma, Sagu, Silar, dan Woka. Dengan fauna spesifik Yaki (kera hitam Sulawesi) dan Kuskus. Adapun peluang yang ditawarkan untuk dikembangkan

  • Usaha pelabuhan pariwisata (Center point kapal mewah)
  • Pembangunan Resort
  • Usaha Diving center
  • Water Sport Center
  • Cruise (Kapal Pariwisata Mewah)
  • Usaha Industri Hiburan Bahari (Sea Word/ Aquarium bawah laut Lokasi: Kel. Meras, Kec. Bunaken)
  • Kota Manado belum memiliki usaha industri bahari seperti Sea World/ Aquarium Bawah Laut. Peluang investasi yang besar bagi investor untuk usaha industri hiburan bahari ini. Karena ada beragam biota laut dan beraneka ragam ikan yang jumlahnya lebih dari 2.000 jenis di perairan laut Sulawesi. Salah satunya jenis ikan yang menjadi primadona Kota Manado yang semula diperkirakan sudah punah, jenis ikan purba yaitu ikan Raja Laut (Coellacanth)



    Pengembangan Wisata Alam Gunung Tumpa

    Free HTML5 Bootstrap Template
    Free HTML5 Bootstrap Template
    ---

    Gunung Tumpa merupakan daerah perbukitan di bagian utara daratan Kota Manado dimana terdapat ekosistem yang masih terpelihara dengan baik, daerah tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang merupakan salah satu paru-paru Kota Manado yang memiliki hewan-hewan endemic seperti tarsius dll. Kondisi existing dari wilayah tersebut sangat baik dimanfaatkan untuk wisata alam dengan menyuguhkan pemandangan seluruh Kota Manado ketika berada dipuncak gunung tersebut. dengan adanya potensi tersebut diatas, peluang pengembangan kawasan gunung tumpa melalui kegiatan wisata dan olahraga rekreasi sebagai berikut:

  • Digunakan sebagai lokasi olah raga ektrim seperti sepeda gunung,terjun payung, flying fox dll yang sangat diminati oleh para pecinta olah raga ekstrim

  • Agro Tourism: dapat dikembangkan sebagai taman flora dengan fauna dengan tanaman-tanaman yang dimiliki serta hewan epidemik yang ada (Taman Hutan Rakyat)

  • Terbangunnya hutan kota sebagai salah satu sub sistem dari Manado : Greening Coastal City. Menyiapkan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk Pameran dan Event Pariwisata berskala nasional / internasional berbasis agriculture dan marine-culture.
  • Gunung Tumpa Luas areal : 215 ha, Topografi : Pegunungan, Status tanah : Hak Milik dan Tanah Negara



    Pengembangan wisata Taman Hiburan Pantai Malalayang dan wisata Kuliner di wilayah Kecamatan Malalayang

    Wilayah pesisir pantai malalayang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Minahasa memiliki panorama laut yang sangat indah dimana dari wilayah tersebut dapat dilihat pemandangan Gunung Manado Tua dan Pulau Bunaken, sehingga sangat cocok untuk dikembangkan sebagai area wisata rekreasi air/sport center seperti sport center dan rumah makan.

    Dari kondisi existing sekarang ini telah tertata beberapa area untuk rekreasi air dan warung makan yang baru memanfaatkan sebagian kecil dari lokasi yang ada, oleh karenanya masih terdapat peluang yang sangat besar bagi investor untuk lebih mengembangkan wilayah tersebut seperti :

  • Pengembangan Pantai Wisata Pasir Putih
  • Pengembangan Wisata Kuliner
  • Usaha kuliner sangat potensial di Kota Manado. Wisatawan dalam negeri dan mancanegara yang setiap tahun bertambah, dengan selera masyarakat Manado yang cocok dengan berbagai jenis makanan merupakan peluang yang cukup potensial bagi usaha kuliner di Kota Manado.



    PENGEMBANGAN SEKTOR PERDAGANGAN DAN JASA

    Pengembangan Pusat Bisnis kawasan Boulevard

    Meningkatnya peran Kota Manado dalam perdagangan dan bisnis didukung oleh tumbuh dan berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi kota yang semakin menyebar keberbagai pelosok kota. Pusat- pusat perdagangan moderen seperti Supermarket, Pasar swalayan dan lain-lain sudah semakin menjamur di beberapa tempat, salah satunya di areal reklamasi Boulevard yang luasnya kurang lebih 67 Ha, dimana Kawasan tersebut sebagian sudah rampung seperti kawasan Bahu Mall, Mega Mas, Manado Town Square, ITC Marina Plasa, Boulevard Mall, IT Centre. Di kawasan ini tersedia tempat parkir yang cukup luas, taman kota, lokasi pameran dan lain-lain, dengan pemandangan (view) ke arah laut dan Kota Manado yang sangat aktraktif terutama dimalam hari. Dengan demikian kawasan ini selain menjadi pusat bisnis juga merupakan obyek wisata yang sangat menarik, terutama setelah senja tiba. Dengan adanya perkembangan wilayah tersebut banyak hal yang dapat ditawarkan bagi investor diwilayah tersebut

  • Usaha pusat grosir sandang dan elektronika
  • Pembangunan Hotel
  • Sport Centre
  • Bisnis Kuliner
  • Pembangunan Sunset Road (jalan dipinggir pantai)
  • Industri hiburan, tempat rekreasi modern


  • Pengembangan Pusat Bisnis Kawasan Pusat Kota

    Kawasan Pusat Kota adalah lokasi berawalnya peran kota Manado sebagai pusat perdagangan dan bisnis. Kawasan ini merupakan pusat perdagangan, bisnis dan perbankan.



    Pengembangan Kawasan Terpadu di Wilayah Paniki Bawah

    Wilayah Paniki Bawah saat ini sedang dipacu perkembangannya untuk dijadikan sebagai kawasan terpadu, dari pengembangan yang ada pada area tersebut sudah terdapat hotel Grand Kawanua yang berbintang lima dengan fasilitas lapangan golf, terdapat juga kawasan terpadu seperti City Walk yang merupakan perpaduan pengembangan hunian dengan fasilitas bisnis dan perdagangan, telah beroperasi pula Lippo Plaza yang dilengkapi dengan Hypermart, Cinemaxx. Yang saat ini dalam tahap pembangunan yaitu Transmart dan mini trans studio. yang merupakan area bisnis dan belanja, seiring pengembangannya, maka banyak sekali peluang yang ditawarkan pada wilayah tersebut yang antara lain:

  • Usaha Rumah Toko (Ruko)
  • Pengembangan Perumahan
  • Usaha Perdagangan dan Bisnis
  • Usaha Kuliner
  • Usaha rumah sakit swasta bertaraf internasional
  • Laboratorium swasta
  • Gedung kesenian dan budaya, Convention Center
  • Sekolah swasta bertaraf internasional dan khusus keahlian (seni,budaya,music,Bahasa)
  • Usaha rekreasi modern
  • Usaha pusat souvenir Manado
  • Sport center


  • Pengembangan Kawasan Terpadu Sarana Olah Raga di wilayah Mapanget

    Kawasan terpadu olah raga yang rencananya dikembangkan di wilayah Mapanget berupa pembangunan stadion olahraga melalui pembangunan stadion atletik, lapangan sepak bola, lapangan bola voli ,lapangan bulu tangkis, lapangan tenis meja, tenis lapangan kolam berenang dll dengan fasilitas-fasilitas penunjang disekelilingnya. Secara umum peluang yang ditawarkan dalam pengembangan kawasan terpadu olah raga ini berupa kerjasama pembangunan dan pemanfaatan yang selain fasilitas olah raga juga direncanakan pembangunan fasilitas pendukung berupa convention hall, gedung serbaguna, tempat penginapan atlit, sarana prasarana rekreasi berupa waterboom dll.



    Pengembangan Pasar Tradisional

    Kota Manado memiliki 3 buah pasar tradisional utama yaitu pasar Pinasungkulan di bagian selatan kota, pasar Bersehati di kawasan pusat kota dan pasar Orde Baru di bagian timur laut kota, dimana selain Ketiga pasar ini terdapat juga 2 pasar yang lebih kecil yaitu pasar Tuminting di bagian utara kota, pasar Bahu di bagian Selatan kota. Seiring perkembangan perekonomian kota dengan menjamurnya pasar-pasar swalayan yang modern, terdapat kecenderungan masyarakat kemakin memilih untuk berbelanja ditempat tersebut yang lebih nyaman sehingga pasar-pasar tradisional semakin hari semakin berkurang pelangannya, oleh karena itu untuk dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional terhadap pasar modern, maka pasar-pasar tradisional tersebut perlu dikembangkan menjadi pasar yang lebih modern dan ini dapat ditempuh melalui kerjasama pembangunan dan pengelolaan pasar antara pemerintah dan investor.



    PENGEMBANGAN SEKTOR PENDIDIKAN

    Pengembangan Sektor Pendidikan Formal dan Non Formal

    Dengan adanya realita bahwa Kota Manado sebagai salahsatu alternative daerah pendidikan, dimana selain masyarakat Sulawesi Utara terdapat juga siswa dan mahasiswa dari luar daerah yang menimbah ilmu , sehingga pentingnya penciptaan politeknik dan pendidikan tinggi yang bertaraf Internasional dalam rangka mengntisipasi pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN dalam rangka menciptakan SDM yang lebih berkualitas. Adapun fasilitas pendidikan yang masih dibutuhkan adalah:

    1. Sekolah Dasar, Menengah dan Atas dengan fasilitas lengkap;
    2. Universitas swasta yang berstandard Internasional;
    3. Fasilitas penunjang pembelajaran seperti Museum Ilmu Alam, Teknologi dan Astronomi;
    4. Penambahan kapasita Youth Center;
    5. Lembaga Pendidikan khusus keahlian, misalnya dalam segi musik dan Bahasa, seni dan budaya.


    PENGEMBANGAN SEKTOR PENBANGUNAN DAN INFRASTRUKTUR

    Pengembangan Infrastruktur dan Perhubungan

    Berkembangnya perekonomian Kota Manado antara lain merupakan kontribusi dari semakin baiknya infrastruktur dan jaringan perhubungan di Kota Manado, sektor tersebut harus terus didorong sehingga akses ke seluruh wilayah kota akan semakin lebih baik, adapun infrastruktur dan jaringan perhubungan yang masih dibutuhkan adalah:

    1. Usaha rumah sakit spesialis unggulan (penyakit dalam/kanker)
    2. Usaha bus dalam kota
    3. Usaha bus bandara
    4. Usaha Manado Monorel
    5. Usaha Kereta Gantung (Malalayang-Manado Tua-Bunaken-Siladen-Molas)
    6. Pembangunan Terminal Penumpang dan Cargo
    7. Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota
    8. Pembangunan Pelabuhan Pariwisata
    9. Angkutan taxi air


    Pengembangan dan Pembangunan Perumahan

    Pembangunan dan pengembangan perumahan sebagai sektor strategis dimana perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. dengan adanya data bahwa jumlah penduduk Kota Manado semakin meningkat setiap tahunnya, terakhir pada tahun 2015 berjumlah 425.634 orang dengan 109.842 rumah tangga tentunya kebutuhan akan perumahan semakin meningkat, di Kota Manado terdapat wilayah yang potensial untuk dikembangkan untuk kawasan hunian yaitu dapat dilihat pada table berikut:

    Free HTML5 Bootstrap Template

    Dengan memperhatikan distribusi penduduk di wilayah Kota Manado sampai dengan Tahun 2030 yang mengacu pada kapasitas dan daya tampung lahan per kecamatan, maka rencana pembangunan dan pengembangan permukiman di wilayah Kota Manado dapat dilihat pada tabel berikut ini

    Free HTML5 Bootstrap Template

    Dengan memperhatikan fakta yang telah terurai sebelumnya, maka diperoleh gambaran mengenai daya tampung perumahan dan permukiman di wilayah Kota Manado sampai dengan tahun 2030 masih memungkinkan untuk dikembangkan. Berdasarkan ketersediaan lahan efektif yang ada, maka daya tampung pembangunan rumah baru di seluruh wilayah Kota Manado adalah 128.417 rumah, sedangkan berdasarkan proyeksi dan prediksi pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah Kota Manado sampai dengan tahun 2030, kebutuhan akan pembangunan rumah baru dengan mengacu pertambahan jumlah penduduk adalah 77.603 unit rumah. Jadi masih ada selisih sekitar 50.814 unit rumah yang masih dapat ditampung di wilayah Kota Manado di atas tahun 2030. Jika diasumsikan untuk jumlah penduduk yang masih bisa ditampung di wilayah Kota Manado di atas tahun 2030 adalah 254.070 jiwa.

    Berdasarkan hasil kajian kesesuaian lahan dan analisis terhadap peluang (daya dukung lingkungan) dan potensi (ketersediaan lahan) yang dimiliki setiap kecamatan dalam mengembangkan lahan permukimannya, maka akan terdapat beberapa konsep dan arahan sesuai dengan karakteristik kawasan dalam melakukan pembangunan dan pengembangan di bidang perumahan dan permukiman.

    KecamatanKetersediaan Lahan Efektif (Ha)Jumlah Pertambahan Penduduk s/d Tahun 2030 (Jiwa) Prediksi Jumlah Kebutuhan Rumah (Unit)Konsep Pengembangan
    Malalayang497,041.4208.284
  • Intensifikasi
  • Vertikal
  • Sario-642-
  • Intensifikasi
  • Vertikal
  • Wanea253,021.0504.210
  • Intensifikasi
  • Vertikal
  • Wenang---
  • Intensifikasi
  • Vertikal
  • Tikala1.138,075.17615.035
  • Intensifikasi
  • Ekstensifikasi
  • Horisontal
  • Lisiba BS
  • Mapanget4.457,0195.08239.016
  • Intensifikasi
  • Ekstensifikasi
  • Horisontal
  • KALISBA
  • Singkil287,023.9204.784
  • Intensifikasi
  • Vertikal
  • Tuminting137,011.4202.284
  • Intensifikasi
  • Vertikal
  • Bunaken936,019.9523.990
  • Intensifikasi
  • Ekstensifikasi
  • Horisontal
  • Lisiba BS
  • Total7.705,0387.37877.603

    Pengembangan Kawasan Pemukiman Baru (KASIBA/LISIBA)
    Lokasi : Kecamatan Mapanget
    Fungsi: Tersedianya kawasan permukiman baru yang lengkap, layak dan memenuhi persyaratan pembangunan kota. Mengurangi beban kepadatan permukiman di kawasan kota yang sudah terbangun.

  • Topografi: Dataran
  • Status tanah: Hak Milik Perorangan (sebagian)
  • Kondisi bangunan: Perkebunan


  • PENGEMBANGAN SEKTOR PERIKANAN

    Pengembangan Perikanan dan Kelautan

    Wilayah Kota Manado sebagian adalah laut dan kepulauan yang mempunyai prospek dan potensi untuk dikembangkan secara optimal, peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para calon investor adalah pengembangan usaha perikanan tangkap berupa ikan cakalang, goropa, tuna dll, disamping itu terdapat juga potensi industri penanganan dan pengolahan serta pemasaran hasil perairan yang dibudidayakan dengan memanfaatkan perairan laut Kota Manado terutama bagian pesisir dimana untuk budidaya yang ideal berupa kegiatan pengembangan

    komoditas rumput laut, usaha pembesaran ikan laut untuk pasar eksport dan domestik berupa pembudidayaan ikan kerapu, ikan goropa, udang dan ikan laut jenis lainnya, Sementara itu untuk budidaya perikanan air tawar sangai terbuka dengan memanfaatkan wilayah beberapa kecamatan yang memiliki sumber air yang baik untuk budidaya perikanan untuk dikomersialkan terutama memenuhi kebutuhan pasar dengan menjamurnya restoran di Kota Manado, adapun jenis ikan air tawar yang dapat dikembangkan adalah Ikan Mas, Ikan Mujair, Udang Windu, Ikan Lele dll, Selain usaha perikanan diatas terdapat juga potensi yang dapat dikembangkan berkaitan dengan perikanan di Kota Manado berupa Usaha pelabuhan dan pelelangan ikan, Usaha sarana produksi penangkapan ikan dilaut



    PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DAN PERIKANAN

    Pengembangan Lahan Perkebunan/Pertanian di Kecamatan Bunaken, Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Tuminting

    Luas pertanian di Kota Manado sangat terbatas namun sektor tersebut dapat dikembangkan untuk menunjang perekonomian kota, Potensi pengembangan lahan pertanian yang mencakup tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan sekitar 9,000 ha Adapun Peluang yang dimiliki yaitu Pengembangan dan produksi Pisang, Ubi, Kelapa, Pala dan Cengkih yang merupakan produk unggulan daerah dan memiliki nilai ekspor yang menjanjikan, disamping itu produk turunannya dapat memberi manfaat dan keuntungan yang lebih besar seperti pengelohan keripik pisang, ubi, pembuatan klapertart (makanan khas Manado) Pengembangan Tanaman Hias dimana kebutuhan akan tanaman hias sangat tinggi baik sebagai tanaman untuk menghias halaman rumah, perkantoran maupun kebutuhan permintaaan dekorasi hotel yang tumbuh subur di Kota Manado, disamping itu seringnya tanaman hias digunakan pada event-event daerah, nasional dan internasional yang dilaksanakan di Kota Manado dan daerah hinterland.



    FAQ

    Frequently Aksked Question
    Sektor Apakah yang menjadi Prioritas Investasi Di Kota Manado?
    Jawaban:

    Saat ini sesuai Visi dan Misi Pemerintah Kota Manado tahun 2017-2021 memiliki prioritas untuk pengembangan di Sektor Pariwisata, Perdagangan dan Jasa serta Pembangunan dan Infrastruktur

    namun pada dasarnya semua sektor dapat dikembangkan selama investasi tersebut tidak masuk dalam daftar Negatif Investasi sesuai UU penanaman modal

    Saya ingin berinvestasi di Kota Manado. Apa sajakah hal-hal dasar yang perlu diketahui?
    Jawaban:

    Pertama anda harus memeriksa apaha bisnis anda terbuka untuk Penanaman Modal Asing maupun Dalam Negeri dan tidak termasuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) sesuai Peraturan Presiden No 44 Tahun 2016 tentang Bidang usaha Tertutup untuk Investasi dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan Investasi. Jika tidak terdapat dalam DNI maka bisnis tersebut dapat dilakukan dengan kepemilikan Modal Asing sampai 100%

    Untuk PMA harus berbadan hukum dengan menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan modal minimum 10 Milyar Rupiah. dengan Minimum Modal disetor Rp. 2.500.000.000. Untuk tiap pemegang saham setidaknya Rp 10.000.000,- atau ekuivalen dengan nilainya dalam USD

    Setelah itu anda harus menyesuaikan Lokasi Bisnis anda dengan Tata Ruang Kota Manado untuk itu sebelum menentukan lokasi sebaiknya meminta Advice Plan ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado untuk mengetahui Rencana Tata Ruang Kota MAnado

    Bagaimana Prosedur berinvestasi di Kota Manado?
    Jawaban:

    Pertama anda harus mendirikan Perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan melalui Notaris. untuk PMA sebelum membuat akte perusahaan terlebih dahulu harus memiliki Izin Perinsip di PTSP pusat di Kantor BKPM RI

    Apabila Perusahaan anda akan berkedudukan di Manado maka anda harus mengusrus Perizinan Usaha anda di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado

    Setelah itu anda perlu menentukan Lokasi tempat investasi sesuai Tata Ruang Kota Manado dengan meminta Advice Plan di Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

    Apabila Lokasi yang ditentukan untuk Penananaman Modal telah sesuai maka anda harus mengajukan Izin Prinsip Penanaman Modal maupun Izin Perinsip Walikota Manado di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado.

    Apabila Anda akan melakukan pengadaaan Tanah di lokasi yang ditentukan lebih dari 10.000 m2 maka anda harus memiliki Izin Lokasi dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado.

    Apabila Anda lokasi yang ditentukan lebih dari 5.000 m2 maka anda harus memiliki Izin Peruntukan Penggunaan Tanah dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado.

    Setelah semuanya itu maka perizinan lainnya yang terkait dengan sektor Usaha anda dapat diajukan di kantor Dinas Penamaman Modal dan PTSP Kota Manado

    Apakah LKPM itu?
    Jawaban:

    LKPM adalah Laporan Kegiatan Penanaman Modal dimana sesuai Peraturan Kepala BKPM No 17 tahun 2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, setiap perusahaan Penanaman Modal setelah mendapatkan Izin Penanaman Modal baik dari BKMP Pusat maupun Dinas Penanaman Modal dan PTSP di Daerah wajib untuk menyampaikan LKPM setiam 3(tiga) bulan sekali apabila dalam tahap pembangunan dan setiap 6(enam) bulan sekali apabila sudah beroperasi/berproduksi.

    Apakah Sanksi yang diberikan jika tidak menyampaikan LKPM?
    Jawaban:

    Sanksi yang diberikan adala sanksi administratif bagi perusahaan berupa:

    1. Peringatan Tertulis
    2. Pembatasan Kegiatan Usaha
    3. Pembekuan Kegiatan Usaha
    4. Pembatalan/pencabutan Izin Penanaman Modal dan pembatalan pemberian Fasilitas Penanaman Modal
    Apakah Dinas Penanaman Modal dan PTSP itu?
    Jawaban:

    Dinas Penanaman Modal dan adalah Dinas yang memiliki Tudas dan Fungsi untuk menyelenggarakan Penanaman Modal dai Kota Manado dan menyelenggarakan Pelayanan Perizinan maupun Non Perizinan yang menjadi wewenang Pemerintah Kota Manado di satu Tempat secara terpadu dan terintegrasi sehingga Investor tidak perlu berkeliling daru satu Dinas ke Dinas lainnya untuk mengurus Perizinan maupun Non Perizinan yang terkait dengan Usahanya

    Pengurusan Perizinan Tiba Berangkat